“CISAMPIH KAMPUNG PALA” DI CILACAP

warning: Parameter 1 to phptemplate_node_submitted() expected to be a reference, value given in /var/www/html/epetanibaru/includes/theme.inc on line 669.
OLEH : ASHURI , SP
PENYULUH KEHUTANAN KEC.CIMANGGU

 

Pala merupakan tumbuhan asli Indonesia yang merupakan tanaman berumah dua dimana bunga jantan dan bunga betina terdapat pada pohon yang berbeda. Maka untuk menentukan populasi tanaman dengan perbandingan jenis kelamin jantan dan betina optimum pada pertanaman pala harus menunggu sampai tanaman berbunga (kurang lebih 6 tahun).

Tanaman pala tumbuh baik pada iklim tropis yang panas dengan curah hujan yang tinggi tanpa ada periode kering yang nyata. Tanah yang cocok untuk pertumbuhan pala yaitu tanah yang subur dan gembur, lempung sampai berpasir terutama tanah-tanah vulkanis miring atau memiliki pembuangan air yang baik atau drainase yang baik.

Kecamatan Cimanggu merupakan salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Cilacap yang terletak 70 km dari ibukota Kabupaten Cilacap berada di wilayah Cilacap Barat, dimana batas timur berbatasan dengan Kecamatan Karangpucung, sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Brebes, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Majenang dan sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Sidareja dan Kec.Cipari. Jumlah desa di Kecamatan Cimanggu sejumlah 15 desa, yang terdiri dari 6 Desa di wilayah ampahan dan 9 Desa di daerah pegunungan.

Kecamatan Cimanggu mempunyai komoditas unggulan perkebunan yaitu tanaman pala. Tepatnya didesa Kutabima yang berjarak 24 kilometer dari kantor Kec.Cimanggu atau wilayah atas yang berbatasan dengan Kabupaen Brebes merupakan sentra pala. Saat ini Luas areal tanaman pala di Desa Kutabima 45 hektar dan terus bertambah dari tahun ketahun yang terpusat di Dusun Cisampih. Tanaman Pala yang sudah berproduksi rata-rata umur tanaman 6 sampai 25 tahun, Di Dusun Cisampih setiap Rumah Tangga sudah menanam tanaman pala baik di kebun maupun di sekitar rumah (pekarangan).

Produksi pala tiap pohon berbeda-beda sesuai umur tanaman, semakin tanaman berumur lebih tua maka produksinya semakin banyak. Dari hasil analisis kami dilapangan, 1 (satu) tanaman pala yang berumur 6 tahun bisa menghasilkan buah kurang lebih 5 kg pala basah sekali panen. Sedangkan dalam 1 tahun bisa melakukan panen sebanyak 3 kali, dengan harga jual per kilogram Rp.5.000,-, yang berarti hasil dari 1 pohon dalam 1 tahun menghasilkan 5 kg pala basah x 3 kali panen x Rp.5.000 = Rp.75.000,- pala basah. Sedangkan 1 (satu) tanaman pala yang berumur 20 tahun bisa menghasilkan buah kurang lebih 100 kg pala basah sekali panen. Sedangkan dalam 1 tahun bisa melukukan panen sebanyak 3 kali, dengan harga jual per kilogram Rp.5.000,-, yang berarti hasil dari 1 pohon dalam 1 tahun menghasilkan 100 kg pala basah x 3 kali panen x Rp.5.000 = Rp.1.500.000,- pala basah.

Jadi dari hasil analisis tersebut maka tanaman pala sangat potensial dikembangkan di wilayah Kecamatan Cimanggu Khususnya di Desa Kutabima Dusun Cisampih. Dengan komoditas unggulan tanaman pala ini diharapakan Dusun Cisampih menjadi contoh atau menjadi pelopor pengembangan pala dengan slogan “Cisampih Kampung Pala”. Selain Desa Kutabima, yang wilayahnya berdekatan yaitu Desa Karangsari, Desa Cibalung, Desa Cisalak Desa Negarajati, Desa Pesahangan dan Desa Cijati karena memiliki iklim yang sama diharapkan dapat dikembangkan / dibudidayakan tanaman pala sebagai tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan tanaman pala sebagai konservasi lahan serta pemanfaatan lahan pekarangan.