AYAMKU KENA TETELO...OH TIDAK!!! (CARA MENCEGAH DAN MENGOBATI)

Beternak ayam buras merupakan hal yang sudah tidak asing bagi masyarakat kita karena banyak manfaanya. Tapi mungkin seringkali kita khawatir ayam yang kita pelihara kena penyakit tetelo atau bahasa kerennya NCD (New Castlle Desease). ada baiknya anda mengenali dulu jenis penyakit yang ayam anda derita, berikut ini ada ulasan tentang ayam dan penyakit tetelo, yang saya ambil dari berbagai sumber.

Ayam adalah sejenis unggas yang punya tingkat variasi tingkat tinggi. Mulai dari bentuk dan postur tubuh hingga pada bentuk piyal . ayam merupakan hewan ternak yang sangat terkenal dikalangan masyarakat Indonesia. Ayam yang biasanya dipelihara adalah ayam kampung yng mempunyai ketahanan lebih kuat dibandingkan ayam jenis lain. Namun, tidak tertutup kemungkinan bagi ayam ini untuk terjangkit oleh penyakit. Salah satu penyakit-penyakit yang menyerang ayam kampung adalah NCD (New Castlle Desease) atau lebih dikenal dengan penyakit tetelo . tetelo adalah penyakit yang disebabkan oleh sejenis virus dan dapat menghinggapi segala jenis unggas.

Penyakit tetelo muncul di kota new castle (inggris) pada tahun 1926 kemudian menyebar ke sekuruh dunia termasuk indonesia. Sampai saat ini, tidak ada satupun daerah di indonesia yang bebas sepenuhnya dari penyakit ini. Penyakit ini sanggat banyak mendatangkan kerugian pasda peternak, karena 90-100% dari hewan yang menderita penyakit ini mengalami kematian. Penyakit ini terutama menyerang ayam baik pada usia muda ataupun yang dewasa. Biasanya terjadi pada masa pancaroba atau pada musim kemarau ke musim hujan. Cara penularannya adalah melalui ludah, feses, makanan dan minuman. Penularan juga melalui udara sehingga penyakit ini mudah menyebar kemana-mana.

Gejala yang tampak pada penderita adalah sebagai berikut :

• Awalnya, ayam terlihat malas dan duduk merutu

• Banyak mengeluarkan air mata

• Pipi dan tenggorokan padat atau membengkak

• Ayam terlihat selalu mengantuk dan ingin tidur

• Dalam rongga mulut dan tekat terdapat lendir yang liat dan pekat sehingga susah bernafas

• Sambil membersin dan berdehem ia mencoba mengeluarkannya

• Adakalanya kelompok mata membengkak

• Setelah itu ayam tampak semakin sukar bernafas dengan leher merenggang dan paruh ternganga

• Balung dan piyalnya kadang berwarna merah keungu-unguan hingga lembayung tua

• Setelah itu ayam akan lumpuh. Dalam keadaan lumpuh itu ia segera akan mati.

 

Penyakit ini disebabkan oleh virus paramyxo yang keganasannya bervariasi, yaitu

• Tipe ganas (velogenik) : hampir semua gejala diatas tampak dan tingkat kematiannya mencapai 80-100%

• Tipe sedang (mesogenik) : gejala berupa gangguan pernafasan dan saraf, tingkat kematiannya mencapai 10% pada ayam muda dan jarang terjadi pada ayam dewasa

• Tipe lemah (lentogenik) : gejalanya tidak terlalu nyata, ada sedikit gangguan pernafasan dan penurunan produksi telur, kualitas kulit telur menjadi menurun

Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian vaksin yang disebut “ Vaksin NCD pola 4-4-4” . maksudnya , vaksin NCD diberikan pada ayam yang berumur empat hari, empat minggu dan empat bulan. Tahap pemberian vaksin adalah sebagai berikut :

Untuk anak ayam berumur empat hari, diberi vaksin dengan cara tetes mulut atau tetes mata. Pemberian menggunkan pipet tetes. Pada mata diberikan masing-masing satu tetes. Tetesan pada mulut dilakukan sebanyak dua tetes.

Untuk ayam berumur empat minggu dan empat bulan, dilakukan pencegahan dengan cara penyuntikan, sebelum penyuntikan vaksin diencerkan dulu.

Mungkin terlalu berat biayanya atau ribet penggunaanya kalau kita menggunakan vaksin, berikut ini cara mngatasinya dengan pepaya, terutama menggunakan daunnya. berikut ini uraian tentang zat-zat yang dimiki pepaya dan kegunaannya.

Untuk mengatasi penyakit tetelo pada ayam kampung lakukan langkah-langkah berikut ini:

Perlakuan yang dilakukan pada ayam :

1. Ambil daun pepaya yang sudah terlihat tua, namun belum menguning

2. Letakkan pada suatu wadah atau mangkok

3. Beri air sebanyak 100 ml

4. Peras daun pepaya yang sudah diberi air hingga berwarna hijau pekat

5. Minumkan air ekstrak tersebut pada ayam dengan langkah sebagai berikut :

a. Ayam tersebut dipegangi oleh orang lain

b. Buka bagian mulut ayam

c. Minumkan air perasan daun pepaya sebanyak dua sendok makan atau sekitar 5 ml

6. Minumkan air ekstrak tersebut rutin tiga kali sehari

7. Pada hari ketiga, waktu pemberian dikurangi yaitu menjadi dua kali sehari

Disusun oleh : Arini NR, SPt/Penyuluh Pertanian Pertama/BKP &P4K Kab. Rembang