kontes jeruk siam banjar di Kabupaten Batola Kalsel

warning: Parameter 1 to phptemplate_node_submitted() expected to be a reference, value given in /var/www/html/epetanibaru/includes/theme.inc on line 669.

Arief Darmawan/ Penyuluh BPTP Kalsel

 

Produksi jeruk Siam di Kalsel (2008) mencapai 76.601 ton dengan luasan 12.000 Ha.  Kabupaten Batola mempunyai kontribusi terbesar yaitu 41.156 ton atau sekitar 54 %, disusul Kabupaten Banjar 16 % dan Kabupaten Tapin 13 %.  luas Tanam di Kabupaten Batola (2009) mencapai 7.094 Ha dengan luas panen mencapai 4.023 Ha. Sedangkan produksinya mencapai 74.000 ton dengan tingkat produktivitas sebesar 18,4 ton/ Ha.

“ Budidaya jeruk adalah  sumber pendapatan  masyarakat petani di Barito Kuala. Provinsi Kalsel telah memasok jeruk siam banjar wilayah Kalimantan dan pulau Jawa. Sistem pemasaran masih dikuasi para tengkulak, sehingga Pemerintah membentuk asosiasi yang menjadi wadah agrobisnis  jeruk di Kabupaten Barito Kuala. Asosiasi tersebut diberi nama Asosiasi Petani Jeruk Barito Kuala (APJB).  “ Ujar , Bupati Batola, yang dibacakan oleh Wakil Bupati H. Sukardi ,pada acara pembukaan kontes jeruk siam Banjar di Aula " Selidah " Pemda Batola (09/2010).  

Acara tersebut baru pertama kali diadakan dan ditetapkan sebagai agenda tahunan dalam memperingati HUT Kabupaten Batola , sekaligus  menyerahkan bantuan alsintan secara simbolik kepada kelompok tani jeruk berupa 24 unit hand traktor, kendaraan roda tiga, mesin pompa air dan kelengkapan pembuatan pupuk organik berupa mesin pencacah rumput, sprayer, terpal plastik dan lain-lainnya, sekaligus membuka secara resmi penyelenggaraan kontes jeruk.

Dalam kata sambuatannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Batola, Ir. Zulkifli Yadi Noor, M.Sc menyatakan bahwa kontes jeruk siam banjar tingkat Kabupaten Barito Kuala bertujuan agar petani lebih giat dalam meningkatkan hasil produksi jeruknya dengan kualitas jeruk yang lebih baik melalui penerapan mangemen mutu berdaya saing.

Peserta kontes berjumlah 40 orang dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Batola. Penilaian dilakukan oleh 4 orang juri berpengalaman yang terdiri dari 1 orang dari Dinas Pertanian Provinsi Kalse, 1 orang dari BPTP Kalsel dan 2 orang dari Universitas lambung Mangkurat.

Juara pertama , kedua dan ketiga diraih oleh masing masing Suniani dari desa Tanjung Harapan Kecamatan Alalak, Rajihan dari DEsa Karang Dukuh Kecamatan Belawang dan Rusmini dari DEsa Sungai Kambat Kecamatan Cerbon. Sedangkan Juara Harapan pertama, kedua dan ketiga masing masing diraih oleh Syarifuddin dari Desa Barambai Muara Kecamatan Barambai, Nanang dari Desa Marabahan Kota Kecamatan Marabahan, dan AQsmuni dari Desa Antarbaru Kecamatan Marabahan.

Selain itu, diselenggarakan pameran / display keragaan dari beberapa lembaga pemerintah maupun swasta, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Selatan juga ikut ambil bagian dalam pameran tersebut. BPTP Kalimantan Selatan mempamerkan hasil-hasil pengkajian dari Balit dan Puslit lingkup Badan Litbang Pertanian maupun hasil pengkajian spesifik lokasi .(Arief D/AD)