pembuatan pupuk organik

  • warning: Parameter 1 to phptemplate_node_submitted() expected to be a reference, value given in /var/www/html/epetanibaru/includes/theme.inc on line 669.
  • warning: Parameter 1 to phptemplate_comment_submitted() expected to be a reference, value given in /var/www/html/epetanibaru/includes/theme.inc on line 669.
  • warning: Parameter 1 to phptemplate_comment_submitted() expected to be a reference, value given in /var/www/html/epetanibaru/includes/theme.inc on line 669.
  • warning: Parameter 1 to phptemplate_comment_submitted() expected to be a reference, value given in /var/www/html/epetanibaru/includes/theme.inc on line 669.
  • warning: Parameter 1 to phptemplate_comment_submitted() expected to be a reference, value given in /var/www/html/epetanibaru/includes/theme.inc on line 669.
  • warning: Parameter 1 to phptemplate_comment_submitted() expected to be a reference, value given in /var/www/html/epetanibaru/includes/theme.inc on line 669.
  • warning: Parameter 1 to phptemplate_comment_submitted() expected to be a reference, value given in /var/www/html/epetanibaru/includes/theme.inc on line 669.

pebuatan pupuk organik sangat menguntungkan bagi petani dimana hasil produksi petani bisa lebih meningkat.

apkah anda mau merubah pola pikir dengan menggunakan pupuk organik dibandingkan dengan pupuk kimia

Comments

salam kenal untuk bertani

salam kenal untuk bertani ramah lingkungan...

   Barang kali artikel ini

 

 Barang kali artikel ini bermanfaat .....di baca ya....

Budidaya Melon dengan Cara Tanam Benih langsung

 

Budidaya Melon dengan Cara Tanam Benih langsung
Oleh : Cak Imam THLTB   BPKP Tambakboyo

Agribisnis melon menunjukkan prospek menjanjikan. Tetapi jika faktor tanah yang semakin keras, miskin unsur hara terutama unsur hara mikro dan hormon alami, faktor iklim dan cuaca, faktor hama dan penyakit tanaman serta faktor pemeliharaan tidak diperhatikan maka keuntungan akan menurun

              SYARAT TUMBUH
1.    Iklim
Perlu penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Pada kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Suhu optimal antara 25-30C. Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. Hujan terus menerus akan merugikan tanaman melon. Tumbuh baik pada ketinggian 300-900 m dpl.
2. Media Tanam
Tanah yang baik ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik seperti andosol, latosol, regosol, dan grumosol, asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran, penambahan bahan organik, maupun pemupukan. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah, pH tanah 5,8-7,2.
2.    PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
1. Pembibitan
       Pada dasarnya budidaya Melon yang kami sajikan ini tanpa harus menggunakan pesemaian atau pembibitan terlebih dahulu,benih dari varietas yang kita inginkan,
tentunya benih unggul yang bersetifikat,benih yang belum diberi perlakuan benih maka kita berikan perlakuan benih dengan  memberikan fungisida dan insektisida perlakuan benih. benih direndam dengan air hangat dengan suhu 20 – 25 derajat C salama 4 – 6 jam lalu benih kita peram dengan  menggunakan tissue atau kertas Koran yang dibasahi selama 12 – 24 jam hingga tampak titik tumbuh warna putih.
 2. Pengolahan Media Tanam
       Pembukaan Lahan
 Sebelum dibajak digenangi air lebih dahulu semalam, kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan dengan kedalaman
sekitar 30 cm. Setelah itu dilakukan pengeringan sehari kemudian diratakan.
3.    Pembentukan Bedengan
       Panjang bedengan maksimum 12-15 m; tinggi bedengan 
       30-50 cm; lebar bedengan 100- 110 cm,
       dan lebar parit 55-65 cm.
 Pengapuran
       Penggunaan kapur per 1000 m2 pada pH tanah 4-5
       diperlukan 150-200 kg dolomit ,
       untuk antara pH 5-6 dibutuhkan 75-150 kg dolomit dan pH
       >6 dibutuhkan dolomit  sebanyak 50 kg.
4.    Pupuk dasar
Pupuk kandang
( Ton/ha )             Pupuk Organik ( gram/pohon)
                              NPK    SP 36    KCL
   4 – 5                    12         20       8
           

Pemberian Fungisida 
            Untuk mencegah serangan penyakit karena jamur terutama penyakit layu, sebaiknya
            tebarkan Fungisida  yang sudah disiapkan sebelum pindah tanam.                                                                
  
Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP)
Pemasangan mulsa sebaiknya saat matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Biarkan bedengan tertutup mulsa 3-5 hari sebelum dibuat lubang tanam.pemasanagn mulsa plastic sebaiknya dilakukan pada siang hari dalam keadaan cuaca panas.

Teknik Penanaman
 Pembuatan Lubang Tanam
Diameter lubang + 10 cm, jarak lubang 60-80 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segiempat atau segitiga.

Cara Penanaman
Benih ditanam dalam keadaan tegak lurus dengan calon titik tumbuh dibawah dan terbenam rata pada media lubang tanam
Pemeliharaan Tanaman
 Penyulaman
Penyulaman dilakukan 5 - 10 hari setelah tanam. Setelah selesai penyulaman tanaman baru harus disiram air. Sebaiknya penyulaman dilakukan sore hari, bibit yang digunakan untuk sulaman disemei pada kantong plastic bersamaan dengan waktu tanam
Penyiangan
Penyiangan dilakukan untuk membersihkan gulma/ rumput liar.
Perempelan
Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama.
  *Pemupukan
      Waktu       Dosis Pupuk Makro ( gram/ pohon )
                         NPK     SP-36     KCl
 
Umur 10 hari     5            12        10

Umur 20 hari     10           12       10

Umur 30 hari     12            8        12

Umur 40 hari     12            8        20
PPC :

Mulai umur 1 minggu – 6 atau 7 minggu    
PPC  disemprotkan ke tanaman :
•    Alternatif 1 : 6-7 kali ( interval 1 minggu sekali)
•    Alternatif 2 : 4 kali (interval 2 minggu sekali )

Penyiraman
Penyiraman sejak masa pertumbuhan tanaman, sampai akan dipetik buahnya kecuali hujan. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali.

Pemeliharaan Lain
a. Pemasangan Ajir
Ajir dipasang sesudah bibit mengeluarkan sulur-sulurnya. Tinggi ajir + 150 - 200 cm. Ajir terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah + 2-3 kg. Tempat ditancapkannya ajir + 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. Supaya ajir lebih kokoh bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang, mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya.
b. Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas, cabang atau buku dari tanaman tersebut). Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering, supaya bekas luka tidak diserang jamur. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali, yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun, kemudian cabang-cabang yang tumbuh dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Pemangkasan dihentikan, jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25.

 Hama dan Penyakit
 Hama
a. Kutu Aphis (Aphis gossypii Glover )
Ciri: mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Aphis muda berwarna kuning, sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Gejala: daun tanaman menggulung, pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun dihisap hama. Pengendalian: (1) gulma selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama; (2) semprot dengan Insektisida

b. Thrips (Thrips parvispinus Karny)
Ciri: menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Nimfa berwarna kekuning-kuningan dan dewasa berwarna coklat kehitaman. Serangan dilakukan di musim kemarau. Gejala: daun muda atau tunas baru menjadi keriting, dan bercak kekuningan; tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Gejala ini harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thrips. Pengendalian: menyemprot dengan Insektisida
Penyakit
a. Layu Bakteri
Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E.F.Sm. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). Gejala: daun dan cabang layu, terjadi pengerutan pada daun, warna daun menguning, mengering dan akhirnya mati; daun tanaman layu satu per satu, meskipun warnanya tetap hijau. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang. Pengendalian: penggunaan bacterisida sebelum tanam.

b. Penyakit Busuk Pangkal Batang (gummy stem bligt)
Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker. Gejala: pangkal batang seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati; daun yang terserang akan mengering. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan; (2) daun yang terserang dibersihkan. (3) gunakan Fungisida sebelum tanam sebagai pencegahan.
Catatan: Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata
Gulma
Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman, karena bersaing zat hara, tempat tumbuh dan cahaya. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil, karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.

Panen
Ciri dan Umur Panen
a. Tanda/Ciri Penampilan Tanaman Siap Panen
1. Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal
2. Jala/Net pada kulit buah sangat nyata/kasar
3. Warna kulit hijau kekuningan.
b. Umur Panen + 3 bulan setelah tanam.
c. Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.

Cara Panen
a. Potong tangkai buah melon dengan pisau, sisakan minimal 2,0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.
b. Tangkai dipotong berbentuk huruf "T" , maksudnya agar tangkai buah utuh.
c. Pemanenan dilakukan secara bertahap, dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap dipanen.
d. Buah yang telah dipanen disortir. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya, sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual.

http://imam.mbendol.blogger.com/

http://Cakimam60.blogspot.com/

Siiiip...

Siiiip...

Assalamu'alaikum dan salam

Assalamu'alaikum dan salam sejahtera bagi kita semua..

Memang sudah waktunya sekarang untuk menggunakan pupuk organik karena keadaan lahan pertanian kita sekarang yang bisa dikatakan "sakit". Tingkat kesuburan menurun sangat drastis yang salah satu penyebabnya adalah penggunaan pupuk kimia secara masal yang pelan tapi pasti menggerus tingkat kesuburan tanah.

Berbagai upaya pun telah dilakukan dengan merubah metode usaha tani seperti misal metode SRI (System of Rice Intensifications) yang terbukti secara efektif meningkatkan produktivitas dan kesuburan tanah.

Berbicara pertanian organik maka identik dengan penggunaan pupuk organik dan segala pestisida/obat-obatan yang semuanya juga organik/alami. Hal ini menjadi ciri suatu usaha tani organik apapun komoditinya.

Pola pikir tentang penggunaan pupuk kimia dalam usaha tani memang harus dirubah agar produktivitas dan kualitas hasil dapat meningkat. Mungkin dalam penerapannya tidak bisa langsung 100 %. Hal ini dapat diawali dengan selalu memasukkan bahan organik kedalam lahan usaha tani (contoh : mengembalikan jerami ke sawah).

Secara perlahan dan pasti juga pengolahan ataupun pembuatan pupuk organik/kompos harus digalakkan. Ini yang menjadi harapan nantinya agar pola usaha tani dapat berubah ke arah pertanian organik.

Membuat pupuk organik dapat diawali dari masing-masing rumah tangga untuk mengolah limbah rumah tangga seperti sampah daun dan sisa limbah dapur menjadi kompos. Hal ini mudah untuk dilaksanakan dan secara detail pembuatan kompos dari limbah rumah tangga dapat dilihat di http://sekarmadjapahit.wordpress.com

Jadi mari saudaraku, sayangi dan rawat bumi kita untuk kehidupan yang lebih baik.

Wassalam..

tidak adanya informasi,

tidak adanya informasi, penyuluhan ataupun pelatihan langsung ke patani dari dinas terkait tentang bagaimana cara mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar...???

SOLUSI PRAKTIS Menurut

SOLUSI PRAKTIS
Menurut Dr.Hiromi Sinya, MD “Kualitas hasil tanaman yang kita makan ditentukan oleh kualitas tanah tempat tumbuhnya“ Berarti dengan pola kimia dan penurunan mineral tanah yakni unsur hara maka tanaman pertanian pada saat ini sangat rendah mineral dan gizinya untuk dikonsumsi sehingga tidak heran ada pepatah yang menyindir penduduk negeri ini “seperti unta yang mati kehausan di padang pasir padahal di pundaknya terdapat kantong air”. Tanahnya luas dan subur tapi tidak bisa memanfaatkan dengan maksimal. Buktinya masih mendatangkan bahan makanan pokok dari luar negeri.
Siapa yang bertanggung jawab terhadap semua ini??
Seorang pejuang adalah mereka yang tidak mengkambing hitamkan satu sama lain tetapi mereka selalu mencari dan menciptakan solusi terhadap persoalan yang terjadi.
Dalam hal ini PT.Hidup Cerah Sejahtera (HCS) Sidoarjo memberikan solusi terhadap semua ini dengan konsep”Pertanian Berkelanjutan“ mengajak masyarakat untuk back to nature dan go to organic mewujudkan kelestarian alam dan mengembalikan kesuburan bumi pertiwi menuju masyarakat Sehat , Mandiri dan Sukses.
PT tersebut memproduksi dan memasarkan 2 produk Suplemen Organik :
(1) Suplemen Organik Tanaman (SOT) produksi PT HCS Sidoarjo, untuk meningkatkan hasil produksi pangan (tanaman) sampai 40%-100%, tanpa pupuk kimia, hasilnya lebih aman dikonsumsi, lebih hemat biaya, hasil meningkat dan hamanya terkendali.
(2) Suplemen Organik Cair (SOC) untuk segala ternak/ikan agar lebih meningkat penghasilannya, lebih ringan biayanya, lebih aman dikonsumsi dagingnya karena organik dan menghilangkan bau kotorannya (ramah lingkungan).
Agar aplikasinya sesuai dengan aturan dan bisa terwujud harapan dengan hasil yang maksimal diselenggarakanlah pelatihan-pelatihan GRATIS. Selengkapnya bukahttp://hcssukses.blogspot.com/p/produk.html.